
Kantor Biro CNN Indonesia TV yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, menjadi tujuan pertama kunjungan 11 siswa-siswi ektrakurikuler Jurnalistik, Kamis 26 Maret 2026. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.45 WIB, rombongan mengendarai dua mobil tiba di kantor CNN Indonesia TV sekitar pukul 09.00 WIB. Tiba di ruang redaksi dan studio CNN Indonesia TV Biro Jawa Timur lantai 3, para murid dan satu orang guru pendamping diterima salah satu kru dan produser CNN Indonesia TV, yaitu Ghea Clarisa.

Setelah memperkenalkan CNN Indonesia TV sebagai televisi berita, Kak Ghea, begitu biasa disapa, menjelaskan mengenai proses mendapatkan berita, hingga berita diproses menjadi paket berita yang berisi naskah, gambar video, wawancara narasumber, hingga pengisian suara atau dubbing. Kak Ghea menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai jurnalis tidak terikat pada jam kerja, melainkan menyesuaikan kejadian atau peristiwa yang terjadi di masyarakat, serta perencanaan liputan yang disusun sebelumnya.
“Kami mengawali pekerjaan dengan rapat perencanaan, dan tentunya penugasan dari Jakarta (kantor pusat). Peristiwa yang memiliki dampak yang besar bagi masyarakat biasanya menjadi prioritas untuk diliput,” kata Kak Ghea.
Selain itu, semua data dan informasi yang diperoleh selama liputan akan melalui proses pemeriksaan atau editing untuk memastikan informasi yang didapatkan adalah benar dan akurat. Media yang menghadirkan informasi atau berita yang benar, akan menjadi media yang dapat dipercaya. Berbeda dengan akun-akun gosip yang mengabarkan informasi yang salah atau tidak akurat.

Pada kesempatan ini, para siswa mendapatkan kesempatan berlatih membaca berita, berdasarkan naskah yang dimiliki CNN Indonesia TV. Kak Ghea memberikan kesempatan beberapa anak untuk membaca berita mengenai arus mudik lebaran, dan diberikan penilaian serta masukan agar mampu membaca berita dengan baik.
Selanjutnya, anak-anak ditunjukkan beberapa peralatan studio siaran dan liputan, seperti kamera, mikrofon, dan beberapa peralatan lainnya. Setelah mendapatkan banyak penjelasan mengenai cara kerja peralatan untuk meliput berita, para siswa mengakhiri kunjungan dengan berfoto bersama kru CNN Indonesia TV Biro Jawa Timur di dalam studio.

Kunjungi Majalah Panjebar Semangat
Perjalanan berpindah ke Jalan Gedung Nasional Indonesia (GNI), di kawasan Jalan Bubutan, Surabaya. Kantor Majalah Panjebar Semangat menjadi tujuan selanjutnya kunjungan media. Majalah berbahasa jawa yang didirikan oleh pahlawan pergerakan nasional Dr. Soetomo ini merupakan salah satu majalah tertua yang masih beroperasi, yang pada 2 September 2026 berusia 93 tahun.

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai profil majalah Panjebar Semangat dari Bapak Kukuh dan Kak Nana, selaku redaktur, para siswa diajak melihat proses pembuatan majalah yang sebelumnya telah selesai dicetak. Beberapa orang yang rata-rata berusia lanjut, menjadi pekerja yang mensortir, menjahit lembaran majalah, memotong bagian tepi majalah, hingga mengemas majalah untuk siap dikirimkan kepada pembaca yang menjadi pelanggan atau pembaca setia.
Para siswa juga ditunjukkan ruangan tempat mencetak isi majalah, yang di dalamnya terdapat 3 mesin cetak utama yang mencetak lembaran-lembaran majalah menggunakan 6 plat besi sebagai master cetak. Sekali mencetak 4.000 eksemplar majalah, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Lembaran kertas yang dipakai berupa gulungan tebal seberat kurang lebih 500 kilogram. Satu gulungan ini dapat digunakan untuk 4 kali terbitan.

Majalah Panjebar Semangat merupakan majalah berbahasa jawa yang masih bertahan di tengah gencarnya media sosial dan sarana komunikasi digital yang hadir di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi Z dan Alpha. Dengan hadirnya majalah ini, dapat menjadi sarana melestarikan budaya jawa secara khusus, yang semakin terkikis oleh zaman. Sehingga pengenalan majalah berbahasa jawa ini sangat baik untuk menjaga dan melestarikan salah satu budaya bangsa.
“Senang sekali kalau masih ada anak-anak seperti ini yang masih bisa membaca tulisan aksara jawa, dan membaca bahasa jawa dengan baik dan benar,” ujar Pak Kukuh, redaktur majalah Panjebar Semangat.

Kunjungan ke media massa merupakan bagian dari program ekstrakurikuler Jurnalistik, yang telah dijalankan di SDK St. Aloysius sejak 2018. Para murid diharapkan dapat secara langsung melihat dan merasakan proses yang dilakukan media massa, dalam memproduksi berita yang ditujukan kepada masyarakat, baik berupa berita tulis, audio, maupun audio visual (gambar dan video). Pengenalan terhadap dunia media, diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengalaman anak mengenai profesi di masa mendatang. (Petrus Riski)

