
Outing class ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas, selain proses belajar mengajar di dalam kelas. Siswa kelas 1 dan 2 merupakan kelompok Fase A yang mengikuti pembelajaran, khususnya mengenal ragam hewan yang ada di lingkungan alam, sambil menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap satwa maupun lingkungan.

“Selain bertujuan mengenalkan, kami juga ingin menumbuhkan rasa peduli serta kasih sayang terhadap salah satu makhluk ciptaan Tuhan,” kata Dionisia Sri Mulyaningsih, guru SDK St. Aloysius yang menjadi koordinator pada kegiatan outing class Fase A.

Sampai dengan pukul 11.00 WIB, para siswa diajak berkeliling melihat aneka satwa di kebun binatang yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya ini. Mulai satwa karnivora, herbivora, hingga satwa jenis aves dan ikan, dikunjungi oleh anak-anak kelas 1 dan 2. Sedikitnya terdapat 2.230 satwa dari 230 spesies menghuni kebun binatang yang menempati lahan seluas 15 hektare di pusat kota, tepatnya di kawasan Wonokromo-Diponegoro.

Kunjungan ini sekaligus mengajak anak untuk belajar sambil mengamati langsung subyek belajar, dalam hal ini hewan atau satwa liar yang dilindungi Negara. Tidak hanya melihat secara langsung wujud satwa yang jarang ditemui di sekitar rumah, para siswa dapat belajar pula peran atau fungsi keberadaan satwa liar yang mulai langka di alam, yang harus terus dijaga dan dilindungi kelestariannya.

“Biasanya anak-anak lebih mengenal satwa melalui dunia virtual, kini mereka bisa melihat secara langsung sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak,” ujar Dionisia Sri Mulyaningsih. (Petrus Riski)

