Surabaya – Sebanyak 460 nama orang yang telah meninggal dunia diucapkan sebagai ujud doa yang dihantarkan dalam Perayaan Ekaristi, peringatan semua orang beriman, Senin 2 November 2026. Secara bergantian, nama-nama itu disebutkan sebelum Misa dimulai, di aula SDK St. Aloysius Surabaya.
Misa Kudus yang diikuti oleh semua siswa, guru, serta tenaga kependidikan SDK St. Aloysius, dipersembahkan oleh RP Martinus Renda, CM., pastor Yayasan Lazaris. Bacaan pertama yang diambil dari 2 Makabe 12: 43-46 mengajarkan mengenai mendoakan orang yang sudah meninggal sebagai sesuatu tindakan yang baik.

Hal ini tidak lepas dari kepercayaan akan kebangkitan orang mati, dimana kematian bukanlah akhir dari segalanya. Persembahan dan doa yang dihantarkan Yudas Makabe bagi mereka yang sudah tidak dapat berbuat apa-apa bagi dirinya sendiri, merupakan wujud kasih yang nyata dan doa yang dipanjatkan tidaklah sia-sia.
Romo Martinus Renda, menegaskan bahwa Yesus sendiri menghendaki bahwa semua yang menjadi milikNya tidak akan dibiarkan ada yang hilang, melainkan akan dibangkitkan pada akhir zaman.
“Kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa kematian bukanlah akhir,” kata Romo Martinus Renda.
Di akhir perayaan Ekaristi, Romo Martinus Renda memberkati dan memerciki dengan air suci, bunga dan foto-foto orang yang sudah meninggal dari keluarga umat yang hadir. Sebagai Gereja yang sedang berziarah, kita semua diajak untuk mendoakan mereka yang telah meninggal dunia dalam iman, yakni Gereja yang berada di api penyucian. Serta memohon doa dari para kudus di surga, yang merupakan Gereja Kudus atau yang telah berjaya di surga. (Petrus Riski)

